News Update
- Sate Petir Pak Nano: Disambar Sate Petir Racikan Pak Nano yang Bikin Ketar-ketir
- Sagoo Kitchen: Gurih Mantap! Nasi Goreng Kunyit Ayam Bledos di Resto Jadoel
- Melewati Garut? Jangan Lupa Makan Enak Dulu di 5 Tempat Ini
- Hotel Indonesia Natour Raih Penghargaan dari ITTA Foundation
- Beda Tahu Petis Bandung yang Dicicip Jokowi dengan Tahu Petis Semarang
- Redjeki Kuliner: Malas Masak? Pesan Saja Ayam Goreng dan Sayur Lodeh Enak Ini
- Sumber Bestik Pak Darmo: Empuk Gurih Bestik Lidah yang Menggoyang Lidah
- Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'
Candi Muara Takus
Kata Muara Takus berasal dan nama sebuah anak sungai kecil yang bernama Takui (Takus) yang bermuara di Sungai Kampar. Pendapat lain mengatakan “takus” berasal di bahasa Cina (Takuse yang artinya Ta = besar, ku = tua dan Se = candi. Jadi artinya candi besar tua yang terletak di muara sungai).
Muara Takus terletak pada belokan sungai Kampar Kanan, areal mencapai lebih kurang 1.25 Km persegi. Dibagian tengah terdapat jalan setapak dan Muara Mahat ke desa Tanjung. Di dekat jalan tersebut terdapat puing-puing bangunan lama. Selanjutnya beliau mengatakan “Gugusan candi Muara Takus dilingkari oleh dinding tembok empat persegi panjang dengan ukuran 74 x 74 meter persegi. Bahan bangunan dan batu pasir (tuff) dengan ketinggian lebih kurang 1 meter potongan batu itu semulanya mereka duga terbuat dan tanah, tapi setelah dikupas/dipatahkan ternyata terbuat dan hanya pasir putih yang disusun dengan rapi. Pada bagian tengah lapangan terdapat tumpukan batu, selain itu, didapati juga kayu bekas bangunan Biksu dan untuk keperluan lainnya. Team ekspedisi J. W. Yzerman (1889) menjumpai kompleks Candi Muara Takus berupa:
http://www.bpi-kampar.go.id/
Muara Takus terletak pada belokan sungai Kampar Kanan, areal mencapai lebih kurang 1.25 Km persegi. Dibagian tengah terdapat jalan setapak dan Muara Mahat ke desa Tanjung. Di dekat jalan tersebut terdapat puing-puing bangunan lama. Selanjutnya beliau mengatakan “Gugusan candi Muara Takus dilingkari oleh dinding tembok empat persegi panjang dengan ukuran 74 x 74 meter persegi. Bahan bangunan dan batu pasir (tuff) dengan ketinggian lebih kurang 1 meter potongan batu itu semulanya mereka duga terbuat dan tanah, tapi setelah dikupas/dipatahkan ternyata terbuat dan hanya pasir putih yang disusun dengan rapi. Pada bagian tengah lapangan terdapat tumpukan batu, selain itu, didapati juga kayu bekas bangunan Biksu dan untuk keperluan lainnya. Team ekspedisi J. W. Yzerman (1889) menjumpai kompleks Candi Muara Takus berupa:
- Stupa (Candi Mahligai)
- Teras tinggi di sebelah timur Stupa (candi Palangka)
- Candi Mahligai Bungsu dengan tuas yang terdapat hatas antara batu bata dan batu pasir Candi Tua/Tuo.
http://www.bpi-kampar.go.id/

Provinsi
